Follow by Email

Selasa, 14 Februari 2012

MENAGIH JANJI, SUMPAH PEMUDA


Tepat 83 tahun momentum sumpah pemuda diperingati dan disambut dengan berbagai reaksi. Bebarapa kalangan memperingati hari sumpah pemuda dengan melakukan aksi demonstrasi diberbagai tempat instansi pemerintah dengan tuntutan-tuntutan yang sama setiap tahunnya, yaitu perbaikan kondisi rakyat.
Disisi lain ada yang memperingati momentum sumpah pemuda dengan menyelenggarakan seminar kepemudaan,atau dengan menggelar acara konser musik dan acara kesenian lainnya dengan tema kebangkitan pemuda indonesia. Hal miris yang kita saksikan adalah, konser musik lebih diminati para kaum muda dibanding melakukan aksi demonstrasi. Walaupun sebenarnya hal itu tidak salah sama sekali, toh pada dasarnya pemuda adalah kaum kreatif.
Yang mesti kita renungkan saat ini adalah bagaimanakah seharusnya kaum muda memperingati hari sumpah pemuda? Apakah sekedar aksi demonstrai dijalan, membawa ratusan masa, mengutuk pemerintah dengan data dan fakta yang ada tapi setelah itu selesai tanpa ada efek nyata dan tahun-tahun berikutnya mereka akan melakukan kegiatan serupa dan terus dilakukannya sepanjang tahun atau pemuda lebih mengembangkan sisi kreatifitasnya, memberikan kontribusi dengan cara yang lain yaitu melalui kreatifitas seni?.
Terlepas dari itu semua, saya sangat mengapresiasi sekali sekelompok pemuda yang masih sadar akan jiwa semangat mudanya, setidaknya setiap tahun dia tidak lupa akan acara tahunannya untuk memperingati hari sumpah pemuda. Akan tetapi kelompok-kelompok pemuda yang seperti itu, nampaknya sudah sangat jarang sekali. Mayoritas anak muda saat ini, sibuk dengan urusan pribadinya. Sedikit anak muda yang terjun dalam kegiatan-kegiatan sosial, jarang aktif berorganisasi, sibuk mencari pekerjaan, dan mahasiswa dipusingkan dengan mengejar IPK tinggi, padahal IPK tinggi sekedar mengantarnya untuk melakukan proses wawancara kerja. Setelah itu, sibuk dengan dunia kerjanya sebagai karyawan. Padahal sama-sama kita fahami, sebaik-baik pemuda adalah pemuda yang bermanfaat bagi orang lain, bukan hanya bermanfaat bagi diri-sendiri atau sebatas keluarganya. Mahasiswa atau pemuda sesungguhnya memiliki peran yang luas dari sekedar itu. Marilah kita fahami baik-baik peran kita sebagi pemuda. Saya katakan kepada anda wahai anak muda, potensi kita sesungguhnya sangat besar.
Sejarah telah mencatat bahwa anak muda dengan kiprahnya memberikan pengaruh besar bagi kemerdekaan indonesia, tentu kita ingat dengan peristiwa rengasdengklok yang saat itu pemuda mendesak golongan tua untuk segera melakukan deklarasi kemerdekaan, dan pemuda berhasil mendesak golongan tua dan merdekalah indonesia dari penjajahan asing. Kemudian pada era orde baru pemuda mampu menumbangkan rezim soeharto dan mengahantarkan indonesia pada era baru yaitu era reformasi. Semua itu tidak lepas dari peran pemuda.
Saya disini mengajak kepada anda para pemuda, marilah kita kembali pada hakikat kita sebagai pemuda. Pemuda sebagai unsur perubahan, pemuda sebagai generasi yang kuat dan pemuda sebagai penjaga moralitas bangsa. Soekarno pernah berkata, berikan aku sepuluh pemuda maka akan ku guncang dunia. Kita menanti sepuluh pemuda itu, dan saya berharap anda dan saya pemuda yang dinantikan untuk memberikan kontribusi yang nyata untuk memperbaiki kondisi bangsa yang semakin terpuruk.
Kita boleh saja memperingati sumpah pemuda dengan cara apapun, mau itu dengan konser musik, aksi demonstrasi, atau dengan mengadakan seminar kepemudaan. Apapun itu, mestilah kembali pada esensi diperingatinya sumpah pemuda. Esensi dari sumpah pemuda, adalah persatuan dan cinta tanah air. Pemuda harus bersatu untuk bersama-sama membangun negeri. Jika dulu pemuda berjuang untuk menyatukan ribuan pulau menjadi satu indonesia, pemuda saat ini harus bias menjaga keutuhan indonesia dan menjaga martabat dari Negara-negara lain.
Sering kali kita menyaksikan, Negara kita dihina Negara lain. Tentu kita ingat betul bagaimana Malaysia mengambil pualu-pulau luar indonesia, dan mengkalim budaya kita sebagai budaya bangsanya. atau ketika para TKI disiksa secara kejam ditempat dia bekerja, dan pemimpin-pemimpin Negara seolah tidak mampu menyelamatkan mereka para pahlawan devisa, dan hasilnya ibu sumiyati pulang dengan kepala terpenggal. Ironis!!
Delapan pulih tiga tahun sudah berlalu, sejak anak-anak muda dari berbagai daerah berkumpul bersatu dan mengikrarkan sumpahnya. Dan 83 kali sudah sumpah itu diucapkan setiap tahunnya oleh para pemuda yang masih ingat dan melangsungkan ceremonial hari sumpah pemuda. Setiap sumpah akan ditagih dan harus dipertanggung jawabkan, dan indonesia menagih sumpah yang telah kita ucapkan. Ayo pemuda, kita berkontribusi nyata untuk memperbaiki Negara kita tercinta indonesia, dengan cara apapun semampu yang bisa kita lakukan.  Buat indonesia tersenyum kawan! –d

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar